Santapan Harian
Jangan Main Hakim Sendiri
1 Samuel 25
Kecenderungan kita adalah menghukum orang yang menghina kita, terutama saat kita mendapat kesempatan untuk melakukannya. Nas hari ini menunjukkan kenapa kita sebaiknya tidak melakukannya.
Nabal adalah seorang laki-laki yang sangat kaya. Ketika ia mengadakan pesta pengguntingan bulu domba, Daud mengirim anak buahnya untuk meminta kemurahan hati Nabal karena mereka telah melindungi gembala-gembala Nabal selama ini (4-9, 21). Namun, Nabal menghina Daud, menyebutnya sebagai "hamba yang lari dari tuannya" (10), dan tidak mau memberikan apa pun kepada Daud. Setelah Daud mendengar penghinaan itu, ia langsung membawa 400 orang untuk membunuh Nabal dan orang-orangnya (12-13).
Akan tetapi, ada anak buah Nabal yang memberi tahu Abigail, istri Nabal, atas apa yang terjadi, dan Abigail segera membawa banyak makanan kepada Daud. Ia memohon supaya Daud tidak melakukan penumpahan darah dan pembalasan. Ia juga menyerahkan pemberian, memohon maaf, dan mengharapkan kebaikan TUHAN baginya (14-31).
Murka Daud reda sehingga ia tidak jadi membunuh Nabal dan orang-orangnya. Kemudian, setelah Abigail memberi tahu Nabal apa yang terjadi, terhentilah jantungnya, dan TUHAN memukul Nabal sehingga ia mati (37-38).
Nas hari ini mengajarkan kepada kita untuk tidak main hakim sendiri karena Allah akan membela orang yang benar dan menghukum orang yang bersalah.
Salah satu hal yang sangat sulit kita tahan adalah emosi kita ketika kita dihina. Dalam keadaan seperti itu, hati-hatilah karena kita mudah tergoda untuk melampiaskan emosi dan melakukan yang jahat. Ingat, "pembalasan adalah hak-Ku" (lih. Ul 32:35; Rm 12:19).
Marilah kita dengan rendah hati menundukkan diri kita kepada Allah dan menaati firman-Nya, seberapa hebat pun kita merasa terhina. Pembalasan adalah semata-mata hak Allah, dan karena itu jangan pernah main hakim sendiri karena kita memiliki Hakim Agung yang Maha Adil. [INT]
![]() |
| Bintang Utara |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar