H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 05 September 2026

The Father's Will Is The Best

 *The Father's Will is the Best*

[Kehendak Bapa Sebagai Yang Terbaik]


*1 Petrus 2:25,* _"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu"._


Beberapa kata penting dari ayat ini: ada kata *πρόβατα (probata)* — domba.→Gambaran tentang manusia yang membutuhkan pimpinan dan perlindungan. Lalu ada kata *πλανώμενοι (planōmenoi)* — tersesat, mengembara, menyimpang dari jalan yang benar.→Kata ini bukan sekadar "tidak tahu arah," namun menggambarkan kehidupan yang berada di luar jalan yang seharusnya. Kemudian ada kata *ἐπεστράφητε (epestraphēte)* — kamu telah kembali/berbalik.→Bentuk ini menunjukkan suatu tindakan berbalik kepada seseorang atau suatu tujuan. Selanjutnya ada kata *ποιμήν (poimēn)* — gembala. Gambaran seseorang yang memimpin, memberi makan, menjaga, dan melindungi domba. Juga ada kata *ἐπίσκοπος (episkopos)* — pengawas, penjaga, atau pemelihara.→Dari kata ini muncul istilah _"episkopos"_ yang kemudian berkaitan dengan jabatan uskup. Dan ada kata *ψυχῶν (psychōn)* — jiwa-jiwa, kehidupan batin/pribadi manusia. Jadi bukan hanya "perasaan," tetapi seluruh kehidupan manusia sebagai pribadi. Sebagai pengertiannya, Petrus sedang menggambarkan perubahan keadaan manusia karena Kristus.→ _"Dahulu kamu seperti domba yang tersesat"_ menunjukkan keadaan manusia sebelum kembali kepada Kristus. Domba yang tersesat tidak hanya kehilangan lokasi; ia juga kehilangan arah, rentan terhadap bahaya, dan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Namun kemudian Petrus berkata: _"Sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan Pengawas jiwamu"._→ Ini sangat indah. Keselamatan bukan hanya berarti kita keluar dari dosa, tetapi kita kembali kepada Pribadi yang menjadi Gembala kita. 


Kristus bukan hanya menunjukkan jalan lalu meninggalkan kita. Ia menjadi: Gembala→ memimpin, memberi makan, menjaga, dan melindungi. Pemelihara/Pengawas jiwa→ memperhatikan kehidupan kita secara terus-menerus dan tidak mengabaikan keadaan batin kita. Dengan demikian, inti ayat ini adalah: Kita yang dahulu hidup tanpa arah dan jauh dari Allah, melalui Kristus telah kembali kepada Dia yang sekarang memimpin, menjaga, dan memelihara seluruh kehidupan kita.→Kata "sekarang" *(νῦν, nyn)* juga penting. Petrus memberikan kontras yang jelas: dahulu tersesat, sekarang sudah kembali. Injil menghasilkan perubahan arah hidup. Sebagai penerapannya: *① Jangan lagi hidup berdasarkan arah kita sendiri.*→Bilamana kita menyadarinya bahwa dahulu kita seperti domba yang tersesat, maka kita perlu belajar mempercayai pimpinan Sang Gembala. Dalam keputusan pekerjaan, keluarga, pelayanan, hubungan, maupun masa depan, pertanyaannya bukan hanya: _"Apa yang saya inginkan?"_ Tetapi: _"Tuhan, ke mana Engkau sedang memimpin saya?"_ Mengikut Kristus berarti menyerahkan hak untuk menentukan arah hidup hanya berdasarkan kehendak sendiri. *② Ketika kita lemah atau takut, datanglah kepada Gembala.*→Domba membutuhkan gembala karena domba tidak selalu mampu melindungi dirinya sendiri. Demikian pula, ketika kita mengalami kecemasan, kebingungan, kegagalan, atau merasa sendirian, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Kristus sebagai Gembala dan Pemelihara jiwa. Artinya, kita boleh membawa seluruh keadaan hidup kita kepada-Nya. Bukan berarti orang percaya tidak akan mengalami masalah. Namun kita tidak menghadapi masalah tersebut sebagai orang yang tidak memiliki Gembala. *③ Jangan kembali ke jalan yang dahulu membuat kita tersesat.*→ Kata *ἐπεστράφητε (epestraphēte)* — _"telah kembali"_ mengandung gambaran perubahan arah. Kalau kita sudah kembali kepada Sang Gembala, kehidupan kita selayaknya tidak terus-menerus kembali kepada pola hidup yang lama. 


Pertobatan bukan hanya berkata, _"Saya menyesal,"_ pertobatan juga berarti berbalik dan terus berjalan bersama Sang Gembala. Jadi pertanyaan praktisnya: _"Apakah ada bagian dalam hidup saya yang masih saya jalani seolah-olah Kristus bukan Gembala saya?"_ Ingatlah, bahwa Kristus bukan hanya Gembala yang membawa kita pulang; Dia juga Gembala yang terus memimpin kita setelah kita pulang. Hal lainnya, dimana umumnya perjalanan rohani manusia sering kali dimulai dari titik yang mana kita merasa bebas untuk menentukan arah hidup sendiri. Pra seseorang mengalami pemulihan martabat sebagai anak-anak Allah, maka ada kecenderungan hidup dengan kehendak serta keinginan pribadi yang liar. Sesuai kebenaran, bahwa kebebasan semu tersebut sebagai bentuk keterasingan dari sumber kehidupan. Tetapi, saat anugerah Tuhan menjamah kita, lalu diangkat menjadi anak-anak Allah, dan suatu paradigma baru harus ditegakkan: kita ada kemauan belajar hidup di dalam kebenaran yang mutlak. Untuk _menjadi domba yang telah ditemukan_ berarti mempunyai kemampuan spiritual untuk mendengar serta mengenali suara Sang Gembala. Jadi hubungan demikian bersifat dinamis; Sang Gembala berjalan di depan, lalu domba berjalan di belakang untuk mengikuti-Nya. Pada titik inilah letak ujian kedewasaan rohani, dimana pengikut Kristus yang sejati tidak lagi meminta Tuhan mengikuti rencananya, tetapi dengan menundukkan seluruh hidupnya untuk berjalan di jalur yang ditentukan Sang Gembala.→kita mulai mengerti serta menghayati apa yang disebut sebagai kehendak Bapa. Dan kita tidak lagi bernegosiasi dengan Tuhan demi mendapatkan kenyamanan, tetapi menyerahkan diri seutuhnya supaya rencana agung-Nya tergenapi via keberadaan kita di dunia ini. Camkanlah, bahwa kehendak Tuhan acap kali mendesak pengorbanan ego, lalu membuat martabat ilahi kita bersinar paling terang.Hiduplah dengan kesadaran bahwa kehendak Bapa sebagai yang terbaik, walaupun jalan yang harus ditempuh mungkin terjal. Jonathan Edwards memaknai: Kembali kepada Gembala berarti bukan hanya meminta pertolongan-Nya, namun menempatkan Dia sebagai yang terutama dalam kehidupan kita. Edwards menyatakan, _“Christ is not valued at all unless He is valued above all”_ [Kristus tidak benar-benar dihargai jika Dia tidak dihargai di atas segala sesuatu].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*




Hijau Alam Kami





Cerah Hari Ini







2 komentar:

  1. _“Christ is not valued at all unless He is valued above all”_ [Kristus tidak benar-benar dihargai jika Dia tidak dihargai di atas segala sesuatu].

    BalasHapus