*“Dan setelah diucapkan-Nya syukur atas roti itu, Ia membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.”*
📖 *Yohanes 6:11 TB*
*Ini adalah satu-satunya mujizat yang dicatat di keempat Injil. Berarti sangat penting.*
5.000 laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, jadi total bisa 15.000-20.000 orang. Lapar. Murid-murid punya solusi: *“Suruh mereka pergi, Tuhan. Kita tidak punya uang. 200 dinar tidak cukup. Itu gaji 8 bulan.”*
**Paradigma manusia: Yang sedikit tidak akan pernah cukup untuk yang banyak. Jadi buang saja orang banyak itu.**
Tetapi ada seorang anak kecil yang membawa bekal: 5 roti jelai dan 2 ikan. Roti jelai adalah roti orang miskin, makanan kuda. Ikan kecil adalah lauk murah. **Bukan roti raja, bukan ikan salmon. Bekal anak miskin.**
Yesus tidak berkata: “Kecil sekali, tidak berguna.” Yesus berkata: *“Bawalah kemari kepada-Ku.”* *Matius 14:18 TB*
**Ia mengucap syukur bukan untuk yang banyak, tetapi untuk yang sedikit.** Dan yang sedikit di tangan Yesus yang mengucap syukur menjadi kelimpahan. Semua kenyang, dan sisa 12 bakul penuh. 12 bakul untuk 12 murid yang tadi berkata tidak cukup.
**Paradigma yang diubah: Bukan seberapa banyak yang kamu punya, tetapi kepada siapa kamu berikan yang sedikit itu.**
*Morris Cerullo*, seorang anak yatim Yahudi, mengalami mujizat yang sama di panti asuhan New Jersey.
Tahun 1930-an, Morris adalah anak yatim piatu yang dibuang. **Ia tidak punya ayah, tidak punya ibu, tidak punya masa depan. Ia tidur di loteng panti asuhan, makan sisa makanan, dan diejek sebagai anak yang tidak diinginkan.**
Di usia 14 tahun, seorang nenek memberinya Alkitab bekas. **Itulah satu-satunya harta miliknya. 5 roti dan 2 ikan miliknya.**
Ia memberikan Alkitab itu kepada Yesus dan berkata: “Tuhan, aku tidak punya apa-apa, hanya hidupku yang kecil ini.” **Yesus mengambil hidupnya yang sedikit itu.**
Tuhan memakainya untuk menginjili lebih dari 400 juta orang di 400 negara, membangun sekolah Alkitab, memberi makan jutaan anak yatim piatu, dan menjadi bapa bagi anak-anak yang dibuang seperti dirinya. **Dari seorang anak yang tidak punya roti, menjadi seorang yang memberi roti kepada dunia.**
Ia selalu berkata: *“Saya bukan apa-apa. Saya hanya 5 roti dan 2 ikan. Tetapi ketika saya ditaruh di tangan Yesus, mujizat masih ada!”*
✝️ *JANGAN TUNGGU BANYAK BARU TAAT. BERIKAN YANG SEDIKIT DI TANGANMU HARI INI, DAN LIHATLAH YESUS MEMBUAT SISA 12 BAKUL DARI HIDUPMU*
✅ *AKSI HARI INI:* Jangan katakan “Aku tidak punya”. Bawa 5 roti dan 2 ikanmu – waktumu 10 menit, uangmu yang kecil, talentamu yang sederhana – dan serahkan kepada Yesus dengan ucapan syukur.
🟢 *MUJIZAT MASIH ADA: 5 ROTI 2 IKAN – DARI KEKURANGAN MENJADI KELIMPAHAN*


Tuhan memakainya untuk menginjili lebih dari 400 juta orang di 400 negara, membangun sekolah Alkitab, memberi makan jutaan anak yatim piatu, dan menjadi bapa bagi anak-anak yang dibuang seperti dirinya.
BalasHapusAmen
BalasHapus