H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 03 September 2026

Renungan Keadilan yang Terdistorsi

 Santapan Harian

Keadilan yang Terdistorsi 

2 Samuel 13:23-39 


Keadilan harus senantiasa disuarakan, terutama oleh orang Kristen. Allah kita adalah Allah Yang Maha Adil. Namun demikian, perjuangan akan keadilan bisa menjadi membahayakan jika di baliknya tersembunyi kebencian, yang akan mendistorsi keadilan itu sendiri dan mendatangkan tragedi pertumpahan darah yang penuh kekerasan.


Absalom jelas melihat ketidakadilan terjadi di dalam rumahnya sendiri. Daud, ayahnya yang dibanggakan dan dihormatinya, yang adalah pemimpin bangsa dan pemimpin rohani yang dikagumi dan dipuja, yang seharusnya adil, justru berbuat tidak adil.


Pastilah Absalom penuh dengan kekecewaan. Ia mencari ruang untuk keadilan yang seharusnya ditegakkan. Ketika semua orang diam, ia merasa bahwa dialah yang harus menegakkan keadilan itu. Selama dua tahun, Absalom menyimpan kemarahannya.


Ketika kesempatan muncul, di tengah kebenciannya, ia merencanakan kepergiannya bersama Amnon, lalu membunuhnya (23-29), dan akhirnya melarikan diri selama tiga tahun (37-38).


Barangkali ada yang berpendapat bahwa perbuatan Absalom itu adil karena ia hanya membunuh Amnon dan membiarkan semua putra raja yang lain melarikan diri (30-36). Apakah dapat dikatakan ia menghadirkan keadilan yang seharusnya dihadirkan oleh Daud yang adalah raja Israel?


Sejatinya, keadilan yang Absalom perjuangkan bukan keadilan yang mulia dan terpuji, melainkan keadilan yang penuh dendam yang menghasilkan tragedi pertumpahan darah anggota keluarga. Perjamuan pengguntingan bulu domba yang seharusnya menjadi tempat keramahan dan sukacita pada hari itu menjadi ruang kematian dan dukacita.


Selalu perjuangkanlah keadilan dengan hati yang murni. Teruslah dengan jujur memohon pengampunan dan pembentukan dari Tuhan agar teriakan kita terhadap keadilan tidak terdistorsi oleh kebencian yang dipendam di dalam hati kita. Kiranya apa yang kita perjuangkan benar-benar keadilan yang Tuhan kehendaki, yang mendatangkan kebenaran dan kehidupan.[JHN]














2 komentar:

  1. Kiranya apa yang kita perjuangkan benar-benar keadilan yang Tuhan kehendaki, yang mendatangkan kebenaran dan kehidupan.

    BalasHapus