Santapan Harian
Perlindungan di Balik Penolakan
1 Samuel 29
Mungkin kita pernah merasakan pahitnya penolakan. Pekerjaan yang kita idamkan, pasangan yang kita harapkan, atau cita-cita yang kita perjuangkan tidak berakhir sesuai keinginan. Penolakan selalu meninggalkan jejak pedih, seakan semua harapan runtuh.
Daud pernah merasakan pahitnya ditolak. Ketika ia hendak maju berperang bersama tentara Filistin, para panglima menolak kehadirannya karena mereka curiga ia akan berbalik melawan mereka (4). Kemasyhuran nama Daud yang mengalahkan berpuluh-puluh ribu musuh menjadi ancaman untuk orang Filistin (5). Bagi Akhis, Daud adalah orang yang tidak didapati kejahatan padanya dan diakui baik, tetapi tetap tidak dipercaya dan dipandang tidak layak (6-9). Karena penolakan, Daud dan orang-orangnya pun pulang (10-11). Namun, tanpa Daud sadari, penolakan itu adalah cara TUHAN menyelamatkannya, mencegahnya dari melawan bangsanya sendiri.
Allah sering bekerja melalui jalan yang tidak pernah kita duga. Penolakan bukan berarti kegagalan atau keterpurukan. Penolakan bisa menjadi bentuk perlindungan. Ada kalanya Allah menutup pintu karena Ia tahu jalan di balik pintu itu akan mencelakakan kita. Allah berdaulat atas hidup kita, ini yang kita perlu selalu ingat. Dan sebagai orang percaya, kita diajar untuk percaya bahwa rancangan Tuhan selalu baik, meskipun kita tidak segera melihat alasannya.
Mungkin saat ini kita diperhadapkan pada situasi yang membuat kita 'meragukan' jalan dari Allah karena kita tidak melihat pintu terbuka di depan kita. Namun, justru di situlah iman kita diuji, apakah kita akan tetap berjalan bersama Allah atau memilih bersandar pada pemahaman kita sendiri yang terkadang keliru.
Marilah kita belajar melihat penolakan bukan sebagai akhir dari segalanya, melainkan undangan untuk semakin dekat dengan Allah. Saat satu pintu tertutup, kita percaya bahwa Allah telah menyiapkan pintu lain yang lebih baik, yang akan membawa kita kepada rencana terbesar-Nya bagi kita. Di dalam penolakan, ada perlindungan. Di dalam kekecewaan, ada harapan. [SLM]



Di dalam penolakan, ada perlindungan. Di dalam kekecewaan, ada harapan.
BalasHapusAmen
BalasHapus