*“Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.”*
📖 *Markus 4:37-38 TB*
*Danau Galilea terkenal dengan badai mendadak.* Angin dari lembah Yordan menabrak air danau dan dalam 5 menit bisa jadi gelombang 3 meter. **Para murid itu nelayan profesional. Kalau mereka panik, berarti ini badai yang benar-benar mematikan.**
Yang paling aneh: **Yesus tidur. Di buritan. Di atas tilam. Di tengah badai.** Murid-murid berteriak: *“Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”*
**Paradigma yang salah: Kalau Tuhan diam, berarti Tuhan tidak peduli. Kalau Tuhan tidur, berarti Tuhan tidak kuasa.**
Yesus bangun,*Dia hanya menghardik angin dan berkata kepada danau: “Diam! Tenanglah!” Seketika angin teduh, dan danau menjadi tenang sekali. Markus 4:39 TB*
Lalu Yesus balik bertanya: *“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”* **Masalahnya bukan badai di luar perahu. Masalahnya adalah tidak adanya iman di dalam perahu.**
**Paradigma yang diubah: Kehadiran Yesus di perahu lebih penting dari tidak adanya badai. Badai boleh mengamuk, asal Yesus ada di perahu.**
*Corrie ten Boom*, yang selamat dari kamp Nazi, mengalami mujizat ini di gerbong kereta kematian.
Tahun 1944, Corrie dan kakaknya Betsie dibawa ke Kamp Ravensbrück dengan kereta barang. **Gerboong penuh sesak 80 orang, bau, kotor, tanpa jendela, tanpa toilet, tanpa harapan. Orang mati di samping mereka. Itulah badai yang tidak bisa mereka lawan.**
Betsie berbisik di tengah badai itu: *“Corrie, kita harus mengucap syukur dalam segala hal. 1 Tesalonika 5:18.”* **Corrie marah: “Mengucap syukur untuk apa? Untuk kutu? Untuk bau? Untuk kematian?”**
Betsie berkata: *“Ya. Karena kutu membuat para penjaga tidak mau masuk ke barak kita, sehingga kita bebas mengadakan PA dan berdoa.”*
**Di gerbong yang penuh badai kematian, Yesus sedang tidur di buritan. Tapi Dia tidak meninggalkan mereka.** Dari barak penuh kutu itu, ratusan wanita mengenal Yesus sebelum mati. Betsie mati di kamp itu, tetapi kata terakhirnya: *“Tidak ada lubang yang begitu dalam yang lebih dalam dari kasih Allah.”*
Corrie selamat dan memberitakan Injil ke 60 negara. **Ia berkata: “Di Ravensbrück, aku belajar bahwa Yesus tidak selalu menenangkan badai. Tetapi Ia selalu ada di perahu, dan itu cukup. Mujizat masih ada.”**
✝️ *BADAI TIDAK AKAN MENENGGELAMKANMU SELAMA YESUS ADA DI PERAHUMU. DAN DIA TIDAK PERNAH TURUN DARI PERAHU*
✅ *AKSI HARI INI:* Jangan bangunkan Tuhan dengan panik. Bangunkan Dia dengan iman. Katakan: *“Yesus, aku tahu Engkau di perahuku. Berkatalah ‘Diam!’ atas badai ini.”*
🟢 *MUJIZAT MASIH ADA: MENENANGKAN BADAI – DARI KEPANIKAN MENJADI DAMAI*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar