H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 21 Agustus 2026

Renungan Akhir Orang yang Melawan Kerajaan Allah

 Santapan Harian

Akhir Orang yang Melawan Kerajaan 

2 Samuel 4 


Allah dapat membiarkan orang-orang yang melawan-Nya terlihat berhasil untuk sementara, tetapi pada akhirnya Ia akan menghancurkan mereka.


Setelah mendengar bahwa Abner sudah mati, putra Saul, yakni Isboset, kehilangan keberaniannya (1). Ia tahu dirinya berada dalam bahaya, tetapi ia tidak menyangka bahwa ia akan diakhiri oleh dua orang kepala pasukannya, yaitu Ba'ana dan Rekhab (2).


Mereka dengan mudah menyelinap ke dalam rumah Isboset, menikam Isboset yang sedang berbaring di tempat tidurnya, memenggal kepalanya, dan membawa kepala itu kepada Daud. Selanjutnya, kepala Isboset dikuburkan di kuburan Abner di Hebron (12).Mereka pikir mereka telah menyingkirkan musuh Daud dan menyampaikan pembalasan TUHAN (5-8).


Namun, Daud sangat marah atas perbuatan mereka karena mereka bukan pembawa kabar baik, melainkan orang-orang fasik yang membunuh orang benar (9-11). Maka, ia memerintahkan untuk membunuh mereka.


Berkali-kali Isboset disebut sebagai "putra/anak Saul" (1, 2, 8). Kemudian, di tengah kisah Isboset ini, penulis memasukkan keterangan tentang anak Yonatan-putra Saul-yang bernama Mefiboset, yang cacat kedua kakinya (4).


Sepertinya, penulis mau menekankan bahwa yang berhak menjadi raja adalah Yonatan putra Saul, dan bukan Isboset putra Saul ini. Tetapi, Yonatan sudah mati karena memang takhta seharusnya tidak lagi ada pada putra Saul.


Maka, tidak mengherankan, akhir Isboset adalah kematian mengenaskan di rumah sendiri oleh kepala pasukannya sendiri, yang adalah orang dari Benyamin, sukunya sendiri. Inilah akhir dari orang yang melawan kerajaan Allah.


Orang yang berani melawan Allah dan kerajaan-Nya tidak mungkin berakhir dengan baik. Untuk sementara, orang itu mungkin berhasil mendapatkan pengaruh dan pengikut. Namun, pada waktunya ia akan kehilangan segalanya. Sebaliknya, bagi orang yang mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, semuanya akan ditambahkan kepadanya (Mat 6:33). Sekarang, apa yang menjadi pilihan Anda? [INT]








Tidak ada komentar:

Posting Komentar