H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 05 September 2026

Renungan Keluarga yang Rapuh dari Dalam

 Santapan Harian

Keluarga yang Rapuh dari Dalam 

2 Samuel 15:1-12 


Dalam kehancuran sebuah keluarga, sering pihak luar yang disalahkan. Perbuatan orang luar yang mengganggu sebuah keluarga pastilah salah. Namun, apabila komunikasi dan kasih keluarga itu kuat, apakah orang luar dapat mengusiknya? Tidak semudah itu. Demikianlah keluarga Daud, bukan orang asing yang melemahkan kerajaannya, melainkan anaknya sendiri, Absalom.


Usaha kudeta dimulai oleh Absalom setelah Daud menemui dan menciumnya (1; lih. 2Sam 14:33). Terlihat bahwa tidak ada pemulihan relasi antara Absalom dan Daud. Kepahitan hati membuat Absalom membulatkan tekad mengudeta ayahnya.


Alkitab dengan jelas mencatat besarnya karisma Absalom. Ia dipuji karena ketampanannya (lih. 2Sam 14:25-26). Ia menggunakan karismanya untuk menerapkan strategi yang cerdik.


Dengan sengaja Absalom menemui setiap rakyat yang ingin bertemu dengan Daud (2). Ia memanfaatkan celah di mana tidak ada orang dari pihak raja yang mau mendengarkan perkara orang Israel (3) untuk menekankan ketidakpedulian Daud sebagai raja dan kepedulian dirinya seandainya ia diangkat menjadi hakim (3-4). Dengan cerdas, ia mempromosikan dirinya sebagai pemimpin yang lebih baik bagi mereka (5-6).


Selama empat tahun Absalom mengumpulkan kepercayaan rakyat. Kemudian, dengan alasan untuk beribadah kepada TUHAN, ia pergi ke Hebron, tempat di mana ia akan menjadikan dirinya sendiri seorang raja (7-10).


Seandainya Daud dan Absalom memiliki relasi yang sehat, mustahil terjadi persekongkolan dan kudeta. Bila mereka menjaga komunikasi yang terbuka dan ikatan kasih yang erat, Daud tidak akan kehilangan kesetiaan rakyat dan penasihatnya, serta Absalom tidak akan merebut dukungan dan simpati rakyat bagi dirinya.


Mari kita belajar untuk berani bersikap jujur atas kerapuhan yang ada dalam relasi keluarga kita. Dengan melihat kembali kondisi diri dan keluarga, kita dapat melihat apa saja yang perlu dibicarakan baik-baik dan dibenahi bersama, agar kerapuhan tidak berujung pada kehancuran. [JHN]



Baca Gali Alkitab 10


2 Samuel 15:1-12


Absalom yang ambisius berhasil memenangkan hati orang-orang dengan menampilkan diri sebagai pemimpin yang adil, sekaligus secara halus melemahkan otoritas Daud. Ia menipu ayahnya dengan dalih sumpah, mengumpulkan para pendukung setia di Hebron, dan mengumumkan dirinya sebagai raja. Bagian ini menyoroti praktik manipulasi, pengkhianatan, serta bahaya ambisi yang sombong terhadap otoritas yang dipilih Allah, sekaligus mengingatkan kita akan kekuatan merusak dari tipu daya, dan pentingnya kesetiaan kepada kepemimpinan yang ditunjuk Allah.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang Absalom sediakan baginya? (1)

2. Apa yang ia lakukan dan katakan di tepi jalan menuju pintu gerbang? (2-4)

3. Bagaimana ia mencuri hati orang Israel? (5-6)

4. Apa permohonan Absalom kepada Daud, dan apa respons Daud? (7-9)

5. Apa pesan yang Absalom kirimkan ke seluruh Israel? (10)

6. Siapa yang ia undang mendukung persekongkolannya? (11-12)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa yang dapat menyebabkan dan memperparah keretakan relasi dalam keluarga?

2. Apakah perbuatan Absalom dalam mencuri hati orang Israel patut dikagumi? Mengapa, atau mengapa tidak?

3. Bagaimana kita seharusnya menjaga relasi kita dengan orang-orang terdekat kita?


Apa respons Anda?

1. Bagaimana Anda akan mendoakan relasi keluarga Anda agar makin erat, jujur, dan terbuka?

2. Apa yang tidak akan Anda lakukan, dan sebaliknya, yang harus Anda usahakan agar tidak ada kepahitan dalam keluarga Anda?


Pokok Doa:

Mohon kepada Tuhan agar keluarga hidup bersama dengan saling memperhatikan, menjaga, mengasihi, dan memulihkan.








2 komentar:

  1. Mohon kepada Tuhan agar keluarga hidup bersama dengan saling memperhatikan, menjaga, mengasihi, dan memulihkan.

    BalasHapus