Santapan Rohani
*Takut dan Hormat Akan Allah*
Ulangan 10 :12-15
“Aku pernah membunuh orang di masa lalu,” kata Tanitan, “tetapi sejak aku memilih untuk percaya kepada Yesus Kristus, Dia tidak akan membiarkanku melakukan hal-hal seperti itu lagi.” Tanitan, anggota suku Ilongot yang tinggal di pegunungan Sierra Madre, Filipina, berasal dari masyarakat dengan budaya berburu kepala, yaitu praktik memburu manusia dan memenggal kepala mereka. Setelah membandingkan hidupnya sebelum dam sesudah mengenal Allah, Tanitan berkata, “Dulu, aku takut mati, tetapi tidak takut membunuh. Sekarang, aku takut membunuh, tetapi tidak lagi takut mati.”
Saat membaca kisah Tanitan dalam buku To the Headhunters of Sierra Madre karya Florentino Santos, saya berpikir bagaimana sikap takut dan hormat yang baru ia miliki akan Allah menumbuhkan kerinduan dalam dirinya untuk taat kepada Sang Maha Kuasa. Saya teringat pada kata-kata Musa kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka: “Apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan, Allahmu, selain dari takut akan Tuhan, Allahmu” (Ul. 10:12). Sikap takut dan hormat akan Allah perlu diwujudkan dalam ketaatan kepada-Nya. Umat Allah harus “hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, . . . [dan] berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan” (ay.12-13).
Sebagai orang percaya, sikap hormat yang mendalam terhadap kekudusan Allah mendorong kita untuk membenci kejahatan dan mau melakukan apa yang berkenan kepada-Nya (Ams. 8:13). Mari memohon kepada Allah agar kita dimampukan untuk memiliki sikap takut dan hormat akan Dia di dalam hidup kita.
Selamat Pagi Kakak dan Abang, Mari bersaat teduh sejenak sebelum memulai aktivitas kita😇
God Blesssss😇😇
![]() |
| Jemuran Kami ^^ |
![]() |
| Taman Depan Rumah |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar