“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu… tidak ada bersama-sama mereka ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain: Kami telah melihat Tuhan! Tetapi Tomas berkata: Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya… sekali-kali aku tidak akan percaya… Delapan hari kemudian… datanglah Yesus… Ia berkata kepada Tomas: Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku… Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Tomas menjawab Dia: Ya Tuhanku dan Allahku!”
📖 Yohanes 20:24-28 TB
Tomas bukan ateis. Tomas murid Yesus 3 tahun. Ia lihat Lazarus bangkit. Tetapi saat salib, imannya mati. Yohanes 20:25: “Sekali-kali aku tidak akan percaya.” Tomas minta bukti empiris: lihat, raba, baru iman. Yohanes 11:16 ia berani mati bersama Yesus. Yohanes 20:25 ia tidak percaya Yesus hidup. Bimbang adalah iman yang terluka.
Prinsip Kerajaan Allah: Yesus tidak hardik Tomas. Yesus jumpai Tomas. Yohanes 20:27: “Taruhlah jarimu di sini.” Yesus beri bukti yang Tomas minta. Sebab Markus 9:24: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Keraguan jujur dibawa kepada Yesus, bukan dijauhi dari Yesus. Hasilnya Yohanes 20:28 – pengakuan tertinggi dalam Injil: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Tomas dari bimbang jadi penyembah.
Paradigma yang diperbaharui: Dunia berkata: “Bimbang = tidak beriman. Keluar saja.” Firman berkata: “Bimbang = iman yang bertanya. Tinggal saja.” Yudas 1:22: “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.” Gereja bukan ruang untuk yang sudah yakin 100 persen. Gereja adalah ruang aman untuk Tomas bertanya 8 hari.
Kesaksian publik dari dunia akademis yang didokumentasikan dalam buku “Seeking Allah, Finding Jesus” oleh Nabeel Qureshi dan kesaksian Prof. Alister McGrath, mantan ateis Oxford, dalam The Veritas Forum 2018.
Kisah Modern: Profesor Ateis Oxford
Alister McGrath tumbuh di Belfast Utara, Irlandia. Ateis militan. Cerdas. Umur 16 ia yakin: “Tuhan dongeng. Sains fakta.” Ia masuk Oxford University ambil Kimia Molekuler. Ia pimpin Oxford Atheist Society. Debat hancurkan iman mahasiswa Kristen.
Tahun 1976, umur 23, Alister didiagnosis tumor otak. Operasi 9 jam. Di ranjang rumah sakit, ia baca buku C.S. Lewis “Mere Christianity” yang dikasih teman. Untuk pertama kali, ia bertanya seperti Tomas: “Jika Yesus bangkit, mana buktinya?”
Ia sembuh. Tetapi “tumor” keraguan lebih besar. Ia ambil Teologi di Oxford – bukan untuk percaya, tetapi untuk bongkar. Tetapi makin ia gali sejarah kebangkitan, naskah Perjanjian Baru, filsafat, ia makin lihat: bukti Yesus bangkit lebih kuat dari Julius Caesar pernah hidup.
Yohanes 20:27 terjadi: Yesus tidak menghilang saat Tomas bimbang. Yesus hadir 8 hari kemudian. Alister butuh 2 tahun. Tahun 1978, di kamarnya di Oxford, ia berlutut. Tidak ada penglihatan. Hanya damai. Ia berkata: “Ya Tuhanku dan Allahku.” Dari ateis jadi apologet.
Hari ini Prof. Alister McGrath adalah Profesor Sains dan Agama di Oxford. Tulis 50+ buku. Debat Richard Dawkins. Tetapi ia selalu berkata: “Saya Tomas. Saya tidak percaya sampai saya lihat bukti. Dan Yesus cukup sabar tunjukkan bekas paku kepada seorang ateis.”
Kisah kedua: Dr. Rosaria Butterfield, profesor Sastra Inggris, feminis lesbian, ateis. Tahun 1999, ia nulis artikel hancurkan Promise Keepers. Pendeta tetangga kirim surat: “Saya tidak setuju, tapi saya hormati. Boleh diskusi?” 2 tahun Rosaria makan malam tiap minggu di rumah pendeta itu. Yohanes 20:26 – “Yesus datang, berdiri di tengah-tengah.” Tahun 2001, Rosaria bertobat. Sekarang ia istri pendeta, ibu 4 anak adopsi, penulis buku “The Secret Thoughts of an Unlikely Convert”.
Yesus tidak takut pertanyaan. Yesus takut orang pergi sebelum bertanya.
✝️ NARASI DUNIA MENYATAKAN: “Ragu = dosa. Intelektual tidak bisa percaya. Sekali ateis, tetap ateis.”
FIRMAN TUHAN MENEGASKAN: “Taruhlah jarimu di sini. Lihatlah tangan-Ku. Jangan tidak percaya, melainkan percayalah.” Yohanes 20:27
✅ LANGKAH PRAKTIS HARI INI:
1. Untuk yang bimbang: Markus 9:24 – “Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Bawa keraguan kepada Yesus, bukan YouTube. Ia tidak marah Tomas. Ia jumpai Tomas.
2. Untuk gereja: Yudas 1:22 – “Tunjukkan belas kasihan kepada yang ragu.” Sediakan kursi untuk Tomas. 8 hari. 8 bulan. 8 tahun. Jangan usir. Peluk.
3. Untuk semua: Yohanes 20:29 – “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Setelah bukti datang, langkah berikut adalah iman. Tomas lihat lalu percaya. Kita percaya lalu lihat. Ibrani 11:1.
🟢 TOMAS – DARI JARI YANG MINTA BUKTI MENUJU LUTUT YANG MENYEMBAH


Yohanes 20:29 – “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Setelah bukti datang, langkah berikut adalah iman. Tomas lihat lalu percaya. Kita percaya lalu lihat. Ibrani 11:1.
BalasHapusAmen
BalasHapus