Santapan Harian
Kemurahan Hati yang Menggugah
2 Samuel 19:9-30
Dahulu, hati orang Israel telah dicuri oleh Absalom sehingga mereka mendukung Absalom untuk diurapi menjadi raja (2Sam 15:6, 12). Kini, setelah Absalom mati, rakyat mulai gelisah dan ragu. Mereka mempertanyakan apakah dukungan mereka kepada Absalom selama ini tepat?
Mereka mengingat lagi bagaimana Daud melepaskan dan menyelamatkan mereka. Apakah mereka harus kembali mendukung Daud menjadi raja? Masalahnya, mereka terlanjur mendukung Absalom yang membuat sang raja melarikan diri (9-10). Apakah Daud akan marah dan menghukum mereka yang dianggap membelot?
Rupanya Daud memahami pikiran dan perasaan rakyatnya sehingga ia mengutus Zadok dan Abyatar untuk berpesan kepada tua-tua Yehuda yang merupakan perwakilan rakyat (11). Inti dari pesan itu adalah Daud tidak menyalahkan mereka yang tertipu oleh sikap Absalom. Ia tetap memandang mereka sebagai "saudara-saudaraku" dan "sedarah daging" (12).
Demikian juga dengan Amasa, mantan panglima perang Absalom. Daud menyebutnya "sedarah daging" dan meneguhkannya untuk kembali mengikutinya (13).
Perkataan Daud yang penuh kemurahan menggugah hati rakyat, sehingga mereka tidak ragu lagi untuk menerima kepulangan raja mereka (14). Bahkan, Simei yang pernah mengutukinya dan Mefiboset yang ternyata tetap setia kepadanya menyambut sang raja (15-30).
Belajar dari sikap Daud, kita diingatkan untuk lebih cepat mengampuni daripada menghakimi orang lain. Siapa saja bisa salah. Seperti rakyat yang terkecoh oleh Absalom, saudara-saudara seiman kita bisa terkecoh oleh tawaran dunia ini. Tugas kita adalah membawa mereka kembali kepada Tuhan, bukan menyalahkan dan menyudutkan, apalagi mengutuk mereka.
Doakanlah dan rangkullah mereka dengan kemurahan hati supaya mereka kembali kepada Tuhan. Seperti Tuhan yang mau menerima dan memulihkan kita, kiranya kita semua yang percaya kepada-Nya juga menerima dan memulihkan saudara seiman kita dengan kasih yang sama. [STG]
Baca Gali Alkitab 11
2 Samuel 19:9-30
Untuk mengetahui sifat asli seseorang, amatilah dia pada saat ia berada di atas, bukan di bawah. Masalah memang dapat menekan orang untuk melampiaskan emosi dan melakukan kecerobohan. Namun, keberhasilan, kemenangan, dan kesombongan dapat membuat orang merasa mampu melakukan apa pun yang ia mau dan memperlakukan orang lain dengan sekehendak hati.
Ketika Absalom mencuri hati rakyat dan melakukan kudeta, Daud harus melarikan diri. Sekarang, setelah Absalom mati, Daud bisa saja menegaskan kekuasaannya sebagai raja dengan cara yang keras dan kejam atas seluruh kerajaannya. Namun, ia justru memperlihatkan sosok raja yang sangat berbeda.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa perselisihan yang terjadi di antara rakyat? (9-10)
2. Sebagai respons terhadap perselisihan itu, apa perkataan Raja Daud kepada rakyat dan juga kepada Amasa? (11-13)
3. Apa dampak dari perkataan tersebut? (14)
4. Apa yang dilakukan dan dikatakan Simei kepada Daud? (15-20)
5. Apa tanggapan Abisai, dan apa perkataan Daud? (21-23)
6. Apa yang Mefiboset lakukan dan ungkapkan kepada Daud? (24-30)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Seberapa besar kesalahan rakyat? Namun, seberapa besar kemurahan hati Daud?
2. Apa yang mendasari kemurahan hati Daud?
3. Mengapa kita perlu bermurah hati kepada orang-orang yang pernah mengkhianati atau bahkan menghina kita?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mewujudkan kemurahan hati dalam perkataan dan perbuatan Anda sehari-hari?
2. Apa yang dapat Anda lakukan bagi saudara seiman Anda yang sedang dilanda kegelisahan dan kecemasan?
Pokok Doa:
Puji Syukur atas kemurahan hati Tuhan, mohon kepada-Nya agar kita juga bermurah hati kepada saudara-saudara kita.

Puji Syukur atas kemurahan hati Tuhan, mohon kepada-Nya agar kita juga bermurah hati kepada saudara-saudara kita.
BalasHapusAmen
BalasHapus