H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 13 Oktober 2026

Renungan Setia Dalam Proses

 *Faithful in the Process*

[Setia Dalam Proses]


*Lukas 9:23,* _"Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku"._


Ayat di atas mengandung panggilan yang sangat kuat tentang _*harga menjadi pengikut Kristus.*_ Yesus tidak mengatakan bahwa mengikut Dia hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga berarti _*menyerahkan kehidupan kita kepada kehendak-Nya.*_ Lukas 9:23 mengajarkan bahwa _*menjadi murid Kristus membutuhkan penyerahan diri, ketaatan, dan kesetiaan setiap hari.*_ Mengikut Yesus bukan berarti hidup kita akan selalu mudah. Ada saatnya kita harus memilih antara keinginan sendiri dan kehendak Tuhan. Ada saatnya kita harus mengampuni ketika disakiti, berkata jujur ketika berbohong lebih menguntungkan, menolak dosa ketika godaan datang, dan tetap percaya kepada Tuhan ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan. Jadi, inti ayat ini adalah: _“Saya tidak lagi menjadikan diri saya sebagai pusat kehidupan; Kristuslah yang menjadi pusat kehidupan saya”._ Sebagai penerapannya: *① Menyangkal diri dengan mengutamakan kehendak Tuhan.*→Ketika keinginan pribadi bertentangan dengan firman Tuhan, kita memilih untuk melakukan apa yang benar di hadapan-Nya. Contohnya: ketika seseorang ingin membalas perkataan seseorang yang menyakiti kita, kita memilih menahan diri dan mengampuni. 


*② Memikul salib dengan tetap setia dalam kesulitan.*→Mengikut Kristus berarti tetap percaya dan taat sekalipun sedang mengalami masalah, tekanan, kegagalan, atau penderitaan. Contohnya: saat menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau ekonomi, kita tidak meninggalkan Tuhan, tetapi tetap berdoa, bekerja dengan benar, dan percaya kepada-Nya. Aplikasinya: jangan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Bangunlah kehidupan doa dan firman _*setiap hari,*_ baik ketika keadaan mudah maupun sulit. *③ Mengikut Yesus melalui tindakan nyata.*→Mengikut Yesus berarti meneladani karakter-Nya dalam hubungan dengan orang lain. Contohnya: Yesus mengajarkan kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan pelayanan. Karena itu kita dapat menunjukkan kasih kepada keluarga, menolong orang yang membutuhkan, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan melayani tanpa mencari pujian. Aplikasinya: setiap hari lakukan setidaknya _*satu tindakan yang mencerminkan kasih Kristus*_ kepada orang lain. Jadi kita dipanggil untuk: Menyangkal diri→ Memikul salib→ Mengikut Yesus. Dengan kata sederhananya: tinggalkan keegoisan, tetap setia dalam proses dan kesulitan, lalu jalani hidup dengan mengikuti teladan Kristus. Harapannya ayat ini menolong kita bukan hanya menjadi orang yang _*percaya kepada Yesus,* tetapi sungguh-sungguh menjadi _*murid yang hidup bagi Yesus.*_ Hal lainnya bahwa hingga saat ini, Tuhan Yesus tidak pernah mengubah standar bagi seseorang yang ingin menjadi murid atau pengikut-Nya, yaitu menyangkal diri lalu memikul salibnya setiap hari. Jadi syarat, standar, maupun ketentuan-Nya telah dinyatakannya sejak awal ketika seseorang berkeinginan untuk menjadi murid dan pengikut-Nya. Dia tidak pernah memaksa, mendorong, merayu, bahkan mengiming-imingi untuk menjadi murid-Nya dengan berbagai keuntungan yang akan didapat. Artinya supaya siapapun yang melakukan sesuatu sebab karena tekanan maupun paksaan akan berakhir pada ketidaksetiaan. Biasanya akan dilaksanakanya dengan keterpaksaan. Maka hal tersebut bisa menjadi beban mental yang sangat mengganggu atas diri sendiri. 


Oleh sebab itu, menjadi seorang murid atau pengikut-Nya harus lahir dari kesadaran diri seutuhnya dan segala sesuatu telah diperhitungkan sejak awal pengiringannya. Sehingga dari awal pemahaman ini harus dengan benar dimengerti, sebab hal ini akan menentukan kokoh atau rapuhnya dalam perjalanan seseorang sebagai murid-Nya. Dari Injil-Injil Sinoptik bahwa adanya pemanggilan kedua belas murid-Nya sebagai sebuah undangan, bukan paksaan adanya. Tetap ada hak prerogatif penolakan dari setiap murid yang dipanggil-Nya via undangan-Nya tersebut. Para murid segera meninggalkan jala, perahu, dan keluarga mereka lalu mengikut Tuhan Yesus. Kemungkinan besar mereka telah mendengar informasi mengenai Tuhan Yesus, sehingga saat mereka menerima tawarannya untuk menjadi murid-Nya, hal tersebut sebagai kesempatan yang langka dan _limited._ Jadi menjadi murid atau pengikut-Nya saat itu mempunyai nilai yang bisa dibanggakan, sebab mereka memiliki Guru yang sangat cerdas, mempunyai kuasa untuk menyembuhkan, serta dapat mendemostrasikan berbagai mukjizat maupun tanda ajaib. Walaupun para murid memiliki pemikiran demikian, tetapi Tuhan Yesus berkata, _“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku,”_ Setiap kita mempunyai latar belakang tersendiri ketika mengambil keputusan untuk menjadi pengikut atau murid Tuhan Yesus. Startnya ada yang mengambil keputusan pasca mengalami kesembuhan, ada yang mendapat pertolongan di tengah masalah, dsb. Selanjutnya seseorang akan mengucapkan janji besar dengan semangat yang menyala-nyala untuk menjadi orang Kristen, menjadi orang percaya, bahkan melayani pekerjaan-Nya. Lalu via berbagai peristiwa atau perjalanan waktu, ucapan janji tersebut akan diuji kebenaran atau kepalsuannya. Tentu akan ada yang setia memegang janjinya, ada yang mulai kelelahan, dan tidak sedikit yang resign seraya menarik kembali janjinya. Andrew Murray memaknai bahwa selama ego dan kehendak diri menguasai hati, semakin sulit bagi kita untuk hidup sepenuhnya dalam kehendak Kristus. Murray menyatakan, _“The self-life is the great hindrance to the Christ-life”_ [Kehidupan yang berpusat pada diri sendiri adalah penghalang terbesar bagi kehidupan Kristus di dalam kita].


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






Tidak ada komentar:

Posting Komentar