H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 13 September 2026

Pergi Kerumah Duka Lebih Baik Daripada Kerumah Pesta

 Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏😊


*DI RUMAH DUKA KESUDAHAN SETIAP MANUSIA*


_*Pengkhotbah 7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.*_


Nats ini dituliskan oleh seorang Raja yang sangat kaya raya, Raja yang penuh hikmat sehingga sebelum dan sesudah dia tidak seorang pun manusia yang penuh hikmat seperti Raja Salomo

_*1 Raja-raja 3:12 ........ maka sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.*_


Raja Salomo menyadari bahwa cepat atau lambat, "kematian" pasti akan menghampiri dirinya kelak, itu sebabnya dia menuliskan nats di atas untuk mengingatkan bahwa seberapa hebat pun pencapaiannya, prestasinya, kekayaannya, hikmatnya, semua akan berakhir di rumah duka. 


Justeru ketika Raja Salomo penuh hikmat dan menjadi sangat kaya raya, justeru disitulah dia menjauh dari Allah Abraham, Ishak & Yakub dengan cara:


1.Mengambil perempuan asing menjadi isterinya (1 Raja² 3, 1)


2.Memiliki 300 isteri dan 700 gundik, yang akhirnya dimasa tua Raja Salomo, isteri²nya membujuk Salomo dan mencondongkan hatinya untuk menyembah Berhala


Itu sebabnya dalam _*Pengkhotbah 12:8 Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.*_ dikatakan bahwa segala sesuatu adalah sia² seperti usaha menjaring angin


Kalau kita diberkati Tuhan menjadi kaya, menjadi penguasa, pejabat tinggi, pejabat eksekutif, pengusaha sukses, dll adalah agar supaya kita menjadi saluran berkat TUHAN kepada sesama untuk kemuliaanNya, sebab kalau berkat Tuhan itu tidak disalurkan maka berkat itu justeru semakin menjauhkan kita dari Tuhan sang Pemberi Berkat dan ini adalah sia-sia bahkan menjadi sumber malapetaka 


Seperti yang dialami oleh Hiskia Raja Yehuda _*2 Raja-raja 20:13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.*_ - sehingga akhirnya semua barang² yang dipamerkan Raja Hiskia kepada para tamunya menjadi raib dirampas dan diangkut ke Babel. 


Ingatlah bahwa masa hidup kita ada batasnya, selagi masih bernafas pujilah TUHAN, dan jadilah saluran berkatNya,


Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati






2 komentar:

  1. Ingatlah bahwa masa hidup kita ada batasnya, selagi masih bernafas pujilah TUHAN, dan jadilah saluran berkatNya,

    BalasHapus