Santapan Harian
Ketaatan Setengah Jalan Berarti Tidak Taat
1 Raja-raja 13
Ketaatan sering kali tampak gagah di awal, tetapi runtuh di tengah jalan. Perikop ini mengingatkan kita bahwa ketaatan sejati berarti ketaatan yang tidak setengah jalan.
Seorang nabi anonim dari Yehuda dengan gagah menegur Yerobeam dan rezim penyesatannya di Betel. Perkataannya diikuti dengan tanda ajaib oleh TUHAN (1-10). Namun, dalam perjalanan pulang, ia berhasil dibujuk untuk menyimpang dari instruksi TUHAN oleh seorang nabi tua yang mengaku mendapat perintah baru dari TUHAN (11-22). Akibatnya, ia mati diterkam singa (24). Sementara itu, Yerobeam tetap tidak bertobat (33-34).
Bacaan ini menyingkapkan satu kebenaran yang tidak nyaman untuk didengar: keberanian tidak selalu sejalan dengan kesetiaan. Nabi dari Yehuda itu tidak gentar menghadapi raja, para pemuka, dan kesesatan sistemis seluruh umat Allah. Namun, ketaatannya runtuh bukan oleh ancaman, melainkan oleh bujukan dan rayuan yang tampak rohani.
Godaan terbesar bagi hamba Tuhan kerap kali datang dalam bentuk yang sangat meyakinkan secara rohani. Iblis kadang menyaru sebagai malaikat terang (lih. 2Kor 11:14). Meski nabi senior itu mengatasnamakan TUHAN, nabi dari Yehuda itu seharusnya tetap memegang firman TUHAN yang asali.
Alkitab menegaskan bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak mengenal dispensasi. Pelanggaran sepele pun tetap dituntut hukuman tegas, apalagi bila dilakukan oleh orang yang telah menerima firman Tuhan.
Paulus memperingatkan hal yang kurang lebih sama. Kita harus berhati-hati agar tidak mengikuti injil yang berbeda, sekalipun malaikat dari surga menyampaikannya (Gal 1:8).
Kita harus waspada terhadap dosa yang dipelihara melalui gaya hidup dan struktur yang melembaga. Ketidaktaatan yang sistematis bisa lebih berbahaya daripada ketidaktaatan pribadi. Jika kita masih cenderung lebih percaya kepada suara yang menyenangkan hati daripada firman Tuhan yang tegas, mintalah ampun kepada-Nya. Berdoalah agar Ia meneguhkan kita untuk taat di sepanjang jalan sampai akhir. [PHM]

Kita harus waspada terhadap dosa yang dipelihara melalui gaya hidup dan struktur yang melembaga.
BalasHapusAmen
BalasHapus