*PROFIL HAMBA TUHAN YANG SEJATI*
(Galatia 2:1-10)
*Setelah 14 tahun* memberitakan injil pada masyarakat non Jahudi, maka berdasarkan pimpinan Tuhan, Rasul Paulus merasa harus pergi ke Jerusalem bersama Barnabas dan Titus untuk menjelaskan (mempertanggung jawabkan) kepada _mereka2 yang terpandang_ di Yerusalem yaitu para pemimpin jemaat , tentang injil yang Dia beritakan diantara bangsa2 bukan Yahudi.
Hal itu agar jangan sempat terjadi mereka percuma berusaha atau telah berusaha memberitakan injil tetapi tidak diakui oleh sesama saudara atau di salah pahami atau dicurigai sebagai ajaran injil yg berbeda dg injil yg diberitakan oleh mereka2 yang dipercaya sebagai guru di Jerusalem.
*Maka melalui kisah ini betapa Tuhan mengajarkan kepada kita gereja Nya di zaman ini bahwa :*
*1.Setiap Hamba Tuhan harus mengetahui, harus mengerti, harus menghidupi dan memberitakan injil yg benar dan sejati itu.* Sebab hanya dgn itu saja hamba Tuhan mampu menjadi peka dan tahu akan adanya injil yg palsu yang sangat mungkin menyusup ke dalam gereja Tuhan.
Kita tidak boleh puas akan rumusan pasal pasal pengakuan iman Kristen kita yg tersusun dg demikian rapi dan dengan kajian teologis yg tampak amat baik dan sempurna , sebab jika semua itu tidak dipraktekkan dalam hidup kita secara nyata, pada dasarnya semua hanyalah nol belaka.
Orang yg benar2 menghayati dan menghidupi injil pastilah memiliki rasa seperti yg dimiliki Rasul Paulus, yakni memiliki rasa berhutang untuk terus memberitakan injil yang telah menyelamatkan dirinya sendiri. Dan itulah yang membuat Paulus demikian giat memberitakan injil sampai2 dia pernah berkata celakalah aku jika aku tidak memberitakan injil.
Reformasi gereja di Eropah juga justeru dilaksanakan ketika gereja saat itu sudah kehilangan injil dan injil sudah tidak lagi menjadi fondasi pengajaran gereja bahkan ke dalam gereja sudah masuk ajaran2 manusia yg sangat menodai kemurnian gereja Tuhan. Salah satu yang paling terkenal adalah adanya penjualan surat indulgensia (surat penghapus dosa) , yang dapat dibeli utk menghapus dosa manusia. Ini satu bentuk kesesatan bahkan penghujatan yg paling buruk terhadap karya Tuhan Yesus. Dan uang yg di dapat saat itu dipakai untuk membangun Basilika Santo Petrus yg demikian megah itu.
Maka Reformasi harus dilakukan untuk mengoreksi dan merubuhkan kesesatan yg demikian sistematis dan masif dilakukan didalam tubuh gereja dimasa itu.
*Oleh karena itu kita tidak boleh berhenti untuk mencermati situasi praktek pengajaran dan pertumbuhan gereja, juga di masa kini, untuk memastikan, apakah gereja masih tegak lurus berdiri diatas kebenaran injil. Dan apakah gereja masih aktif memberitakan injil, satu hal yang menjadi alasan keberadaanya di dunia ini.*
Maka sangat perlu direnungkan :
_Apakah diri kita saat ini masih memiliki rasa berhutang untuk bersegera memberitakan injil itu kepada suku suku lain yg belum menerimanya, khususnya ditengah2 kondisi dimana masih ada +/- 165 suku suku terabaikan (UPG/UUPGs) di Indonesia ini ? Adakah gereja kita memberi ajaran yg mendorong warga gereja kita agar melaksanakan mobilisasi gerakan misi pemberitaan injil kepada suku suku terabaikan tsb ? Masih kah bisa disebut gereja kita berdiri diatas fondasi injil Tuhan Yesus Kristus jika program dan aksi2 di dalam gereja kita saja tidak mengarah pada perwujudan perintah agung Tuhan Yesus Kristus sendiri ?_
_Apakah dewasa ini injil masih menjadi landasan pertumbuhan gereja dan dasar serta penentu arah dari semua program kerja gereja Tuhan ?_
_Apakah injil masih menjadi fokus utama, yg menjadi inti dari berita gereja? Dan apakah gereja masih memberitakan injil kepada dunia yang belum mengenal injil?_
_Ini semua merupakan pertanyaan2 yang harus dijawab tuntas dan tegas oleh setiap gereja Tuhan, sebab hanya dgn demikian sajalah kita tahu dimana posisi kita berada, apakah kita masih berada dijalan Tuhan atau kita sudah jauh menyimpang dari jalan yang semestinya ditempuh oleh gereja Tuhan._
*2.Dan setiap hamba Tuhan harus membiasakan diri ber-akuntabilitas atas kerja kerja yang telah dia lakukan, baik kepada Tuhan maupun kepada manusia, diminta atau tidak diminta.*.
Sikap berakuntabilitas dari Rasul Paulus demikian jelas dan tegas. Dia, oleh pimpinan Tuhan mau menjelaskan dan mempertanggung jawabkan injil yg dia beritakan di bangsa2 lain yg non Yahudi, kepada para Rasul lain (Petrus, Jakobus, Johanes dll) yg dipandang sebagai Guru Jemaat di Jerusalem dikala itu.
Dengan demikian ada kejelasan tentang : isi berita, tujuan pelayanan dan cara cara pelayanan yang dilakukan serta apa yang menjadi fokus (segmentasi) kerja2 pelayanan yang dilakukan oleh Rasul Paulus .
Dengan demikian tidak ada kecurigaan dari pihak manapun dan tertutup lah celah bagi iblis untuk dapat mengeksploitasi kerja2 pelayanan tsb sebagai alatnya untuk memecah belah kesatuan umat Tuhan.
_Apakah di dalam diri kita dan didalam Gereja lokal dimana kita berada telah di bangun kebiasaan ber akuntabilitas, baik kepada Tuhan dan kepada jemaat seperti yg dilakukan Rasul Paulus ?_
Reformasi gereja juga dilakukan oleh para reformator karena tidak adanya akuntabilitas didalam tubuh gereja Tuhan, maka janganlah sempat tumbuh di dalam diri kita bahwa berakuntabikitas itu terasakan sebagai sebuah beban! Tidak boleh, karena akuntabilitas atas kerja kerja yg kita lakukan adalah sarana self kontrol dan berjalannya pemurnian serta kendali Roh Kudus atas gereja Tuhan.
Jika akuntabilitas kinerja dilakukan maka kesalahan akan disadari dan prestasi dan kebaikan menjadi terungkap sehingga praktek2 terbaik bisa terlestarikan di dalam gereja Tuhan.
*3.Harus ada keberanian dan ketegasan untuk tidak mengkomoromikan kebenaran injil, yakni mempertahankan prinsip2 kebenaran injil baik pada sisi pengajaran maupun pada sisi penerapannya.*
Paulus dg tegas mempertahankan kemerdekaan Kristen kepada orang2 percaya Jahudi di Yerusalem yg menekankan agar Titus sbg orang Yunani harus disunat , tetapi Paulus sedikitpun tidak mau mundur utk membela kebenaran injil yg telah memberi kemerdekaan sejati kepada setiap bgs2 lain yg telah percaya, untuk tidak harus tunduk pada peraturan agama Yahudi, karena Injil jauh diatas Taurat shg salib Kristus tidak menjadi sia-sia.
_Apakah di dalam Diri kita sebagai insan Kristiani ada keberanian dan ketegasan untuk tidak pernah berkompromi terhadap desakan dan tekanan prinsip2 lain diluar Firman Tuhan di dalam persekutuan Gereja Tuhan?_
_Atau justeru sebaliknya kita kerap kali berkompromi dg kebiasaan adat, atau kebiasaan hidup sehari2 yg berlawanan dg Firman Tuhan, hanya demi tidak terjadi perselisihan dg sesama saudara ?_
_Tahukah kita bahwa satu kompromi kecil akan merusak prinsip2 kebenaran hakiki yg seharusnya dipelihara di dalam pengajaran dan kebiasaan gereja Tuhan?_ .
_Tahukah anda bahwa satu kompromi kecil dg prinsip dunia akan menjadi celah masuknya Iblis dg segala rencana jahatnya yang daya rusaknya tidak bisa dibayangkan oleh manusia mana pun ?!_
_Maka seperti sikap Paulus yg sedikitpun tidak mau mengkompromikan ajaran injil dg ajaran Taurat dan adat istiadat kebiasaan Yahudi, apakah gereja kita di zaman ini memiliki sikap dan ketegasan yg sama ?_
_Mungkin dgn mudahnya kita berkata ya, tetapi bila dicermati realitanya, tidak lah demikian adanya. Sebab betapa sering terjadi praktek kecil2an yg salah dalam hidup berjemaah kita, terjadi kompromi kecil2an terhadap ajaran yg tidak berdasarkan injil, tetapi demi menjaga perasaan sebagian warga jemaat yg sebenarnya tidak tahu bahwa itu salah , praktek tersebut dibiarkan terjadi tanpa koreksi apapun juga ? Harus dicatat bahwa Gereja tidak pernah sepi dari tekanan, baik dari dalam maupun dari luar. Orang2 penting dan berpengaruh di dalam gereja kerap kali sangat menekan gereja agar tunduk pada selera dan kemauannya. Demikian juga penguasa daerah dan Toma Toga serta para politisi terkenal kerap kali memberi tekanan kepada gereja Tuhan dg berbagai motif dan tujuan, tetapi apakah gereja berani berkata : Tidak?!_
_Sangat perlu diketahui bahwa gereja Tuhan tidak akan pernah dapat bertumbuh dg sehat jika tidak di dasarkan pada pengajaran injil yang murni tetapi berdasarkan injil yg sudah dikompromikan._
_Selain itu juga kerap terjadi satu *aktivitas* yg diberi judul dan label dg *penginjilan* akan tetapi inti kegiatan dan isi berita utama dalam aktivitas tsb sama sekali tidak ada yg berisi pesan2 injil. Sebab dari awal s.d akhir kegiatan tsb tidak ada satupun yg menunjuk kepada karya Kristus di Kayu salib, tidak fokus pada berita kematian dan kebangkitannya serta khasiat dan dampak yg ditimbulkan oleh iman terhadap berita kematian dan kebangkitan Kristus Yesus tsb, yang adalah inti dari berita injil tersebut._
_Dan apabila dicermati program2 marturia di dalam tubuh semua denomemasi gereja saat ini, apakah aksi2 yang dilakukan secara nyata yg bertujuan untuk menonjolkan karya Kristus Yesus Di Golgota dg tujuan untuk menjadikan agar seluruh suku bangsa menjadi murid Kristus, seperti perintah Agung Tuhan Yesus yg tertulis dalam Matius 28 : 18-20 ?! Kita pasti tahu jawabnya._
*4. Setiap pekerja di ladang Tuhan harus tahu dimana area yang menjadi fokus pelayanannya dan harus mampu mengkomunikasi kannya kepada sesama pekerja Tuhan lainnya yang fokusnya berbeda dgn dirinya.*
Dan setiap pekerja di ladang Tuhan tidak boleh egois dan merasa hanya fokus pelayanannya lah yg lebih utama dari yg lainnya. Setiap pekerja harus tahu bahwa semua fokus pelayanan sama pentingnya dan sama nilainya dan semua harus bersatu di dalam Iman dan pengharapan yg sama untuk kemudian saling mendukung antara satu dgn yg lainnya di dalam gerak yg sama.
Hamba Tuhan sejati akan senantiasa siap berbagi peran tetapi tetap bekerjasama secara sinergis di dalam membangun kerajaan Allah di dunia yg gelap ini.
_Apakah setiap hamba Tuhan di gereja lokal kita sudah tahu apa yg menjadi fokus pelayannya masing2 dan apakah telah terbangun komunikasi yg baik antara sesama hamba Tuhan di gereja kita? Dan apakah sudah terbangun sikap saling menghargai diantara sesama hamba Tuhan di lingkungan kita agar kemudian terwujud sinergitas dan usaha saling mendukung antara sesama hamba Tuhan?_
*5. Setiap pekerja di ladang Tuhan harus harus membiasakan diri membangun komunikasi demi adanya persatuan dan kesatuan sejati. Persatuan antara sesama orang percaya haruslah menjadi tujuan utama yang ada di dalam hati setiap pekerja di ladang Tuhan, seperti yang ada di hati Paulus. Itulah yang menggerakkan dia pergi ke Jerusalem karena dia menempatkan dirinya sebagai bagian dari yang lain sehingga, gereja Tuhan sebagai satu kesatuan dan secara keseluruhan, tahu dan mengakui penginjilan yang dia lakukan di kalangan bangsa2 lain yg non Jahudi.*
*Antara sesama hamba Tuhan tidak boleh ada Comunication Gap, atau Gap Gap dalam hal apapun agar tidak ada celah bagi si jahat untuk mengacaukan gereja Tuhan.*
Antara hamba Tuhan tidak boleh ada pertengkaran, tidak boleh ada dendam tersembunyi atau terbuka, semua harus clear dan clean.
_Bagaimana wujud komunikasi dan kesatuan hati diantara sesama Hamba Tuhan yang ada di gereja kita ? Adakah komunikasi yang baik dan kesediaan untuk saling mendengar antara satu dengan yg lain untuk mencari solusi atas masalah2 yang terjadi ? Tentu masing2 kita dapat memberi jawabannya._
RASUL PAULUS telah memberi contoh dan teladan tentang bagaimana profil seorang hamba Tuhan yg sejati. Dan semua orang percaya pada dasarnya adalah merupakan hamba Tuhan yg dapat berperan dan berfungsi memberi kontribusi bagi pembangunan kerajaan Allah di dunia ini. Dan kesatuan semua orang percaya sejati, itulah wujud nyata dari pada gereja itu sendiri.
Maka salah satu kalimat dalam pengakuan iman percaya dari para rasul ialah : *.... aku percaya ada satu gereja yang kudus dan Am.....*!
Denominasi boleh banyak tetapi gereja Tuhan hanya satu.
Maka adanya hamba Tuhan yang sejati di dalam tubuh gereja Tuhan , itulah yang membuat gereja dapat bersatu dalam program Allah, gereja memiliki warna yg khas dan dapat berfungsi sebagai garam dan terang bagi dunia ini. Dan itulah yg membuat gereja Tuhan memiliki berita yg tegas dan jelas bagi dunia ini, yaitu injil Tuhan Yesus Kristus.
Dan gereja yang memberitakan injil, itulah gereja yang masih memiliki masa depan. Tetapi gereja yang sudah tidak lagi menghidupi injil pasti tidak dapat lagi memberitakan injil bagi dunia ini dan gereja seperti ini sudah tidak lagi memiliki masa depan karena ia sedang menuju pada kematiannya. Gereja seperti ini sekalipun untuk sementara hari ini kelihatan penuh dg hiruk pikuk seolah menyebut nama Tuhan, tetapi tanpa kesejatian iman yg dihidupi dg setia, gereja tsb akan runtuh pada waktunya. Realita runtuhnya gereja2 di Eropah menjadi pembukti akan kebenaran ini.
Gereja yg tidak menghidupi, tidak mempraktekkan injil dan tidak memberitakan injil adalah gereja yg tidak sedang membangun kerajaaan Allah tetapi gereja yg sedang membangun kerajaaan manusia tetapi dg memperalat nama Tuhan. Betapa mengerikannya perilaku seperti ini.
Maka spirit Reformasi gereja pada 1517 itu harus tetap dihidupi dan bukan dijadikan simbol.
Sebab injil dan salib Kristus Yesus tidaklah dimaksudkan untuk dijadikan simbol kekristenan semata2 melainkan untuk dihidupi dan dipraktekkan untuk menjadi gaya hidup saya, gaya hidup kamu dan gaya hidup kita bersama.
Semoga saya, anda dan kita semua selalu waspada dan segera mereposisi diri agar gereja kita baik lokal maupun secara sinodal tidak mengarah menjadi gereja yg mengerikan seperti itu.
Oleh karena itu jadilah menjadi hamba Tuhan sejati karena adanya hamba Tuhan yg sejati seperti yg dicontohkan Rasul Paulus, merupakan salah satu alat pencegah terampuh agar gereja terhindar dari kehancuran tetapi bahkan gereja akan tumbuh menjadi gereja missioner.
Mari kita kerjakan bersama, kini dan disini. Amin.
Shalom dan Soli Deo Gloria.
_*dp*_
_*Ditulis dan dipersembahakan menyongsong 509 tahun Peringatan Hari Reformasi Gereja pada 31 Oktober 2026 , setelah Martin Luther memakukan 95 dalilnya di pintu gereja Wittenberg, Jerman, sebagai bentuk protes atas banyaknya kesalahan ajaran yang ada di dalam gereja pada waktu itu. Peristiwa itu terjadi pada 31 Oktober 1517 yang kemudian ditetapkan sebagai hari dimulainya Reformasi gereja.*_
=================