H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 09 Juni 2026

Renungan Menjadi KaryaNya

 Santapan Harian

Menjadi Karya-Nya 

1 Korintus 15:1-11 


Seorang pemahat kayu tua terkenal karena keahliannya mengubah balok kayu kasar menjadi patung yang bernilai tinggi. Banyak orang hanya melihat kayu yang bengkok dan retak. Namun, sang pemahat dapat melihat karya yang indah di dalamnya. Ia berkata, "Saya tidak menciptakan bentuknya, saya hanya membebaskannya dari yang menutupinya."


Demikian pula Allah memandang hidup kita, bukan sebagai sesuatu yang rusak dan tak berguna, melainkan sebagai bahan mentah yang siap dibentuk oleh kasih karunia-Nya menjadi sesuatu yang indah.


Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus mengingatkan kembali Injil yang telah mereka terima dan menjadi dasar iman mereka (1). Paulus menekankan inti Injil: Kristus telah mati karena dosa-dosa mereka, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (3-4).


Bagi Paulus, kabar baik ini bukan hanya doktrin, tetapi pengalaman pribadi. Ia menyebut dirinya sebagai "yang paling hina dari semua rasul" karena perbuatan masa lalunya ketika ia menganiaya jemaat Allah (9). Namun, ia kembali mengingat bagaimana Allah merangkul dirinya, mengangkatnya sebagai rasul, dan mengubahnya menjadi pribadi yang baru. Kini ia menyatakan betapa besar anugerah Allah yang menyelamatkan dan menyertainya, yang menjadikan dirinya pengajar dan saksi Injil yang kuat (10-11).


Tidak ada satu pun dari kita yang terlalu rusak untuk dipakai oleh Allah. Apa pun latar belakang kita, bagaimanapun masa lalu kita, Kristus mampu memulihkan, mengubahkan, dan menyempurnakan kita. Tak ada yang dapat menebus dan mengubahkan hati manusia secara sepenuhnya selain darah Yesus-Dia yang mati di atas salib dan bangkit pada hari ketiga.


Jika kita masih terus menoleh ke masa lalu dengan penyesalan, mari kita arahkan pandangan kepada anugerah Allah. Janganlah tinggal dalam rasa bersalah, melainkan layani Tuhan dengan sekuat tenaga dan ucapan syukur sebesar-besarnya karena kasih-Nya menjadikan kita sempurna. Kita adalah hasil karya-Nya. [SLM]









Cerah Pagi Ini




2 komentar:

  1. Jika kita masih terus menoleh ke masa lalu dengan penyesalan, mari kita arahkan pandangan kepada anugerah Allah.

    BalasHapus