H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 15 Oktober 2026

Renungan Simbol Kehadiran Tuhan

 Santapan Harian

Simbol Kehadiran Tuhan 

1 Raja-raja 7:13-51 


Simbol adalah tanda yang menyatakan sesuatu atau mengandung maksud tertentu. Jadi, kalau seseorang memasang suatu simbol, pasti ada maknanya.


Saat membangun Bait Suci, Raja Salomo tidak hanya mendirikan suatu bangunan fungsional. Selain memperhatikan bahan (13-14), jumlah, ukuran, bentuk (30-37), letak, dan pembuatan dari segala perlengkapan (38-50), ia juga memenuhi Bait Suci dengan berbagai simbol.


Contoh pertama adalah dua tiang tembaga (15-22) dengan hiasan berbentuk buah delima yang merupakan simbol kehidupan, dan bunga bakung yang merupakan simbol kemurnian. Kedua tiang itu dinamai Yakhin dan Boas untuk mengingatkan akan kebesaran Tuhan. Yakhin berarti "Dia meneguhkan", dan Boas berarti "di dalam Dia ada kekuatan".


Contoh kedua adalah "laut" tuangan (23-26), yang berfungsi untuk pembasuhan imam. "Laut" merupakan simbol penyucian, sekaligus simbol kuasa Tuhan yang melampaui segala kekacauan dan kuasa gelap yang sering digambarkan berada di laut.


Pilihan simbol menolong umat yang beribadah di Bait Suci merasakan kehadiran Tuhan. Tidak hanya telinga mendengarkan para imam, mulut menyanyikan mazmur dan memanjatkan doa, hidung menghirup harum persembahan ukupan, dan tangan mengulurkan persembahan, tetapi mata umat pun melihat kebesaran dan kuasa Tuhan.


Belajar dari hal ini, demikian pula mestinya gedung gereja diperlakukan. Setiap benda yang diletakkan dan dipasang di dalam gedung gereja hendaknya memiliki makna yang menolong umat merasakan kehadiran Tuhan. Dengan demikian, indra penglihatan umat pun terbiasa menarik makna dari setiap hal yang terdapat di dalam gedung gereja dan menghayati karya Tuhan melaluinya.


Lebih jauh, penting bagi kita memperhatikan simbol-simbol yang kita adakan di rumah kita. Setiap benda yang dipajang hendaknya bukan sekadar indah, tetapi menolong setiap anggota keluarga memaknai keberadaan dirinya dan kehadiran Tuhan di tengah keluarga di rumah itu. [KRS]













2 komentar:

  1. Setiap benda yang dipajang hendaknya bukan sekadar indah, tetapi menolong setiap anggota keluarga memaknai keberadaan dirinya dan kehadiran Tuhan di tengah keluarga di rumah itu.

    BalasHapus